BLOGGER TEMPLATES AND Tagged Layouts »

Senin, 26 Juli 2010

METAL CORE




Metalcore adalah gabungan dari aliran Hardcore Punk dengan Extreme Metal. Genre ini muncul belakangan pada era 2000'an tapi sudah menunjukkan ciri-cirinya melalui band-band seperti Deadguy, Earth Crisis dan Intergrity sejak era 90'an.

Musik metalcore memiliki ciri khas berupa gitar dituining drop D sampai C, menggunakan hardcore scream dan death growl (juga didampingi clean vocal pada band-band sekarang), penggunaan Breakdown dan Biasanya bassist mengikuti gitar rhythm

Band-band metalcore di dunia antara lain Shadows Fall, Killswitch Engage, All That Remains, Darkest Hour, God Forbid, The Black Dahlia Murder, Unearth, Burnt By The Sun, Heaven Shall Burn, Caliban, Maroon, Mendeed dan sebagainya.

pada perkembanganya metalcore juga membuahkan sub-genre yaitu Mathcore (contoh;The DIllinger Escape Plan, Psyopus, Coalesce, Ion Dissonance dsb) dan Deathcore (contoh;Job For A Cowboy, The Red Chord, Animosity, Trigger The Bloodshed dsb).

BRING ME TO HORIZON BATAL MANGGUNG DI JAKARTA =p




Band metalcore asal Inggris, Bring Me The Horizon (BMTH), akhirnya nggak jadi konser di Jakarta dan memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Sheffield, Inggris.

Dari situs Twitter BMTH, keliatannya band ini emang nggak berencana untuk ke Jakarta setelah beres manggung di Auckland, Australia. Tanggal 19 Mei BMTH mengabarkan lewat Twitter bahwa mereka sedang di bandara di Sydney, menunggu pesawat yang akan membawa mereka pulang ke Inggris. Dan kurang dari 24 jam yang lalu, mereka udah meng-update status Twitter mereka dan mengabarkan bahwa mereka baru aja tiba di rumah.

Sebenarnya sejak dua minggu yang lalu BMTH udah memasang pengumuman pembatalan konser Jakarta di MySpace mereka. Pembatalan ini katanya terpaksa dilakukan karena pihak promotor nggak bisa memenuhi kewajiban yang tertulis di kontrak. Tapi Emity Production, promotor konser yang harusnya digelar tanggal 21 Mei kemarin ini, bersikeras bahwa konser akan tetap digelar, di lokasi yang berbeda.

Promotor juga mengaku udah dikirimi surat resmi dari manajemen BMTH yang menyatakan bahwa mereka akan tetap tampil di Jakarta, tapi sampai hari ini belum ada bukti apakah surat itu ada atau nggak.

Menurut Bagus dari Emity Production, penonton yang udah membeli tiket bisa me-refund tiket mereka di tempat pembelian tiket, dua minggu dari tanggal konser, yaitu sekitar awal Juni.

Benarkah Bayi bermata Satu Yang Lahir Di Dunia itu Dajal ?

itu Dajal ?

Kembali dunia maya dihebohkan oleh adanya kemunculan foto bayi baru lahir bermata satu. Dalam berita yang berasal dari negara antah barantah itu, konon bayi tersebut lahir di Israel. Sayangnya sumber berita tersebut akurasinya tidak dapat dipertanggung jawabkan. Demikian pula hasil gambaran fotonya juga masih menyimpan berbagai kejanggalan. Banyak pihak menuding bahwa rekayasa canggihpun tampaknya mudah saja dibuat oleh siapa saja yang punya kemampuan dan punya maksud tertentu. Sebaliknya banyak juga yang meyakini berita itu benar adanya.

Meski berita dan gambar tersebut masih banyak mengandung keraguan, namun tak pelak lagi berbagai komentar dan gunjingan dan spekulasi bermunculan. Isu pertama yang dihembuskan adalah telah lahir seorang Dajal di Israel. Benarkah Dajal ?

Dajal

Dalam ajaran Islam, Dajal (b. Arab: الدّجّال al-dajjāl “pembohong, penyamar”) ialah suatu makhluk jahat yang akan muncul sebelum Hari Kiamat. Dalam ajaran Kristian, Dajal dikenali sebagai Antichrist. “Dajal” adalah kata Arab lazim, digunakan dalam kata “nabi palsu”. Tetapi “Al-Dajal”, dengan rencana pasti, merujuk kepada “Si Penyamar”, satu pembohong spesifik akhir-masa. Ia adalah layak untuk nota yakni istilah Al-Masih Ad-Dajal (Bahasa Arab untuk “Si Masih Palsu”) adalah terjemahan berkait dari istilah Suryani “Meshiha Deghala”, dimana telah menjadi kosa kata lazim dari Timur Tengah selama lebih 400 tahun sebelum penurunan al-Quran, melalui Peshitta (dimana menggunakan istilah ini sebalik dari Greek “antichristos”).

Sifat Dajal

Dajal tidak disebut dalam al-Quran, tetapi pelbagai hadis Sunah menghuraikan sifat-sifat Dajal, seperti berikut (dimana lazimnya dipercayai oleh Muslim):

  • Dia (Dajal) adalah seorang pemuda yang rambutnya keriting, matanya menyembul keluar, menurut Rasulullah s.a.w. seperti Abdul Uzza bin Qathan. “Hendaknya diantara kamu bertemu dengannya,hendaklah membaca permulaan surat Al-Kahfi”(Sabda Rasulullah s.a.w). Sesungguhnya ia keluar dari jalan antara Syam dan Irak kemudian merusak kanan kirinya.
  • Dia akan fizikalnya berbentuk cacat, dan akan buta pada mata kirinya. Mata kanannya akan berkini tetapi ia akan jadi gelap (hitam). Dalam sebilangan hadith dia dirujuk sebagai satu-mata. Dia akan menunggang keldai putih dimana setiap langkah akan dibentang sebatu, akan makan api dan menghembus asap, terbang atas tanah dan menyeberang laut.
  • Dia akan menipu para imam, mengajar mereka bahawa Syurga ialah Neraka dan sebaliknya.
  • Huruf Arab kaf-fa-ra (kafara, bermaksud “kafir”) akan muncul pada dahinya dan akan dibaca oleh Muslim sebenar samada mereka boleh baca ataupun tidak.
  • Dia boleh melihat dan mendengar pelbagai benda di banyak tempat pada masa yang sama.
  • Dia mempunyai kuasa untuk mengelirukan manusia.
  • Dia akan cuba meletakkan manusia pada takhta Tuhan.
  • Suatu hari pada musim kemarau, dia bakal menanya; adakah kau mahu api atau air? Jika anda memilih air itu bermakna yang anda minta adalah api, manakala jika anda minta api yang diberikan ialah air.
  • Dia akan mendakwa diri sebagai Tuhan dan akan menipu manusia dalam berfikir yakni dia telah bangun dari kematian. Salah satu orang khusus akan dia bunuh dan kemudian dia akan kini menghidupkan dia, sesudah itu Allah akan menghidupkan dia. Dia takkan mempunyai kuasa ini lagi. Pada sumber lain (menurut kepada siri Akhirat oleh Anwar al-Awlaki), seorang lelaki beriman akan datang dari Madinah terus ke Dajal, berdiri pada atas Uhud, dan dengan beraninya mendakwa Dajal adalah Dajal. Dajal kemudian akan menyoalnya: “Adakah anda akan percayakan saya (yakni sayalah tuhan) jika saya bunuh anda dan kemudian menghidupkan anda?”. Dajal akan melakukan sedemikian dan selepas penghidupannya lelaki beriman akan berkata bahawa dia semakin tidak percayakan kepada ketuhanan Dajal.
  • Sesiapa yang menolak dan enggan percaya dengannya akan menderita kemarau dan kebuluran manakala sesiapa yang menerimanya akan hidup dalam kehidupan senang.
  • Sesetengah tradisi Islam mengaitkan yakni dia akan muncul pada Isfahan, dan dia akan membawa Yahudi Isfahan dan ramai bekas Muslim dan bekas Kristian menyokongnya.
  • Dia tidak berupaya memasuki Makkah atau Madinah.
  • Imam Mahdi akan menentangnya dengan nama Islam.
  • Dia akan dibunuh oleh Nabi Isa a.s. dekat pagar Ludd, di mana Israel terdapat kini.

Perlindungan dari Dajal

Berbagai pihak berpendapat bahwa berita dan gambar tersebut adalah kebohongan besar yang sengaja dihembus-hembuskan untuk kepentingan tertentu. Tetapi tak sedikit yang percaya bahwa hal itu memang nyata terjadi. Namun apapun perdebatan itu, bila nantinya Dajal tersebut muncul di muka bumi ini maka tiada salahnya manusia untuk lebih introspeksi diri dan mempersiaokan diri bersama. Dan, tampaknya Dajal nantinya akan tetap terlahir di dunia ini hanya tiada yang bisa memastikan kapan ?

Namun menurut Hadist sudah ada tuntunan yang dapat melepaskan diri dan berlindung dari adanya Dajal tersebut. Nabi Muhammad s.a.w. mengingatkan para pengikutnya untuk membaca sepuluh ayat dari Surah Al-Kahfi sebagai perlindungan dari Dajal. Baginda juga mengingatkan para pengikutnya untuk berdoa, “Ya Allah! Aku berlindung dengan-Mu dari musibah Dajal.” Baginda juga menyatakan terdapat tiada musibah yang lebih hebat daripada Dajal sejak penciptaan Nabi Adam a.s. hingga Hari Kebangkitan.

Berbagai Peristiwa, Foto dan berita Bayi bermata satu

Bayi Bermata Satu Lahir di Bali

Seorang bayi perempuan lahir dengan organ muka tidak sempurna. Matanya hanya satu dengan dua bola mata, dan hidungnya mirip belalai gajah. Bayi malang yang belum diberi nama itu lahir di RS Wangaya, Denpasar, Bali pukul 11.30 WITA, Jumat (28/5/2004). Dia hanya memiliki satu kelopak mata yang berada di tengah dahi, persis di pangkal hidung. Ada dua bola mata pada satu mata itu. Dia juga memiliki hidung yang menyerupai belalai gajah sepanjang 2 cm dengan satu lubang hidung. Posisinya tepat di atas kelopak mata. Bayi itu merupakan buah hati pasangan Gde Adnyana Putra (34) dengan Made Julianti (30).

Adnyana hanya seorang satpam, sedangkan Julianti punya usaha kecil-kecilan dengan membuka warung di rumahnya. Mereka beralamat di jalan Gusti Ngurah Rai Mengwi Kabupaten Badung. Sang bayi lahir dengan operasi caesar karena kondisinya sungsang. Beratnya hanya 2 kg dengan panjang 48 cm. Hingga kini, Julianti masih dirawat dan belum tahu tentang kondisi putrinya. Sedangkan Adnyana yang sudah melihat putrinya itu tampak terkejut dan tak kuasa menahan tangis.

Manusia Langka Mirip Monyet Jadi Tontonan


Wajah Septiani Abdulah yang mirip monyet. Tubuhnya pun berbulu.

ENDE, — Manusia langka yang memiliki wajah mirip monyet, Septiani Abdulah (11), ternyata punya pembawaan unik. Dia sangat cerewet dan punya rasa ingin tahu yang tinggi terhadap sesuatu.

"Dia cerewet sekali dan sikap ingin tahunya tinggi. Bertanya terus. Kalau belum puas dengan jawaban yang disampaikan, dia akan tanya lagi," tutur perempuan yang mengaku sebagai tante Septi kepada FloresStar di Gedung Baranuri, Ende, Nusa Tenggara Timur.

Perempuan tamatan SMA di Kota Gorontalo dua tahun silam ini enggan menyebut identitasnya. Dia mewakili ibunda Septiani, Fatmanusi, untuk mendampingi Septi melakukan tur manusia langka yang diprakarsai Yayasan Gebyar Manusia Langka, Jakarta.

Sehari-hari, kata tantenya, Septi bergaul dan bermain dengan anak-anak seusianya di sekolah maupun di rumah. Meski bentuk tubuhnya berbeda, Septi yang kini duduk di kelas III SD Negeri Dumbayan mampu bergaul seperti biasa dengan teman-temannya.

"Dia, kan, sekolah di sekolah umum. Dia tidak merasa minder dengan anak-anak lain," katanya.

Pantauan FloresStar selama pertunjukan di Gedung Baranuri, Selasa (1/6/2010) siang, Septi terlihat selalu memeluk bantal berwarna merah muda yang bergambar boneka. Gerakan kaki dan tangannya agak aneh. Entah karena sikap bawaannya atau sekadar menarik pengunjung.

Ketika pengunjung melihatnya dari jarak dekat, Septi tak sungkan memperlihatkan bentuk wajahnya yang mirip monyet. Juga bulu dari tengkuk hingga ke pantat. Dia rela membuka baju di bagian belakang guna memperlihatkan bulu yang tumbuh lebat memenuhi tubuhnya. Hal ini membuat para pengunjung mengabadikannya dengan kamera digital atau handphone.

Demikian juga bentuk kaki dan tangan Septi yang berbeda dari anak-anak yang tumbuh normal. Kulit tubuhnya kuning, kaki dan tangan kecil dan ada guratan-guratan.

Perbedaan paling mencolok adalah wajahnya. Septi memiliki bentuk mulut yang lebar mirip mulut monyet dan hidungnya juga besar dengan lubang yang terlihat agak lebar. Bentuk bola matanya terlihat bundar panjang. Hal yang sama terlihat pada alis matanya yang lebih besar dibanding bentuk mulut dan hidung.

Nada bicaranya pun berbeda dengan anak-anak yang normal. Ucapan huruf-huruf vokal dan konsonan tidak jelas terdengar. Saat diajak ngobrol, Septi bercerita tentang aktivitasnya di sekolah, di luar sekolah, dan pengalaman tur bersama pengurus Yayasan Gebyar Manusia Langka.

"Kalau ke sekolah, saya pakai jilbab. Anak-anak yang lain juga pakai jilbab. Kami main sama-sama, main apa saja. Saya tahu baca dan tulis," tutur Septi polos.

Monalisa, Fakta dan Misteri Karya Lukis Terbesar Sepanjang Sejarah Manusia

Sebuah lukisan tua berusia lebih 500 tahun yang digantung di salah satu sudut dinding Museum Louvre di kota Paris, Perancis terus menjadikan misteri yang membingungkan khalayak ramai hingga saat ini. Lukisan cat minyak tersebut menggambarkan seorang gadis yang tidak dinafikan lagi kecantikannya. Dia kelihatan menghadap ke arah pelukis dengan kedua pergelangan tangannya dirapatkan antara satu sama lain. Sekitar 1503, lukisan itu dibuat oleh Da Vinci.
Mona Lisa, atau La Gioconda (La Joconde), adalah lukisan minyak di atas kayu poplar yang dibuat oleh Leonardo da Vinci pada abad ke-16. Lukisan ini sering dianggap sebagai salah satu lukisan paling terkenal di dunia dan hanya sedikit karya seni lain yang menjadi pusat perhatian, studi, mitologi, dan parodi. Lukisan ini dimiliki oleh pemerintah Perancis dan dipamerkan di Musée du Louvre di Paris.

Lukisan setengah badan ini menggambarkan lukisan wanita yang tatapannya menuju pengunjung dengan ekspresi yang sering dideskripsikan sebagai enigmatik atau misterius. Nama atau judul lukisan Mona Lisa berasal dari biografi Giorgio Vasari tentang Leonardo da Vinci, yang terbit 31 tahun setelah ia meninggal dunia. Di dalam buku ini disebutkan bahwa wanita dalam lukisan ini adalah Lisa Gherardini, istri seorang pengusaha Firenze yang kaya bernama Francesco del Giocondo. Mona dalam bahasa Italia adalah singkatan untuk madonna yang artinya adalah “nyonyaku”. Sehingga judul lukisan artinya adalah Nyonya Lisa. Dalam bahasa Italia biasanya judul lukisan ditulis sebagai Monna Lisa (dengan n ganda).

Lalu La Gioconda adalah bentuk feminin dari Giocondo. Kata giocondo dalam bahasa Italia artinya adalah “riang” dan la gioconda artinya adalah “wanita riang”. Berkat senyum Mona Lisa yang misterius ini, frasa ini memiliki makna ganda. Begitu pula terjemahannya dalam bahasa Perancis; La Joconde. Nama Mona Lisa dan La Gioconda atau La Joconde menjadi judul lukisan ini yang diterima secara luas semenjak abad ke-19. Sebelumnya lukisan ini disebut dengan berbagai nama seperti “Wanita dari Firenze” atau “Seorang wanita bangsawan dengan kerudung tipis”.

Pembuatan
Da Vinci itu tidak menyelesaikan dengan singkat lukisan tersebut, ketelitian serta berbagai penekanan dalam proses menghasilkan karya seni tinggi yang menyebabkan lukisan berjudul ‘Mona Lisa’ itu rampung empat tahun kemudian. Kini, setelah lebih dari 500 tahun berlalu, lukisan agung dengan lebar 53 cm dan panjang 77 cm itu tergantung di balik cermin yang terlindungi. Sebelum dipindahkan ke suatu galeri khusus pada April 2005, jutaan wisatawan dari seluruh dunia mengunjungi Museum Louvre semata-mata hanya ingin melihat potret yang penuh dengan misteri dan enigma itu.Selain kekaguman akan karya seni yang memukau, tanda tanya pasti ada dibenak orang-orang yang memerhatikan dengan teliti raut wajah pada lukisan tersebut. Banyak yang mengatakan, jarang sekali manusia yang memiliki senyuman “semisteri” senyuman Mona Lisa. Bentuk senyuman itu tampak berbeda apabila dilihat dari sudut yang berlainan berlainan.

Ketakjuban akan senyuman itu menyebabkan ia menjadi suatu obyek penelitian. Para ahli psikologi dan pengkaji seni berusaha untuk menafsirkan makna di sebalik senyuman Mona Lisa. Sudut-sudut terkecil dalam lukisan berkenaan diteliti demi upaya untuk membongkar rahasia yang menyelubungi lukisan wanita tersebut. Dengan kecanggihan teknologi olah digital, sosok didalam lukisan direka ulang untuk mengetahui perasaan sang model ketika ia melepaskan senyuman seunik itu.

Program komputer yang dikembangkan di Universitas Illinois dan Universitas Amsterdam membandingkannya dengan berbagai ekspresi wajah manusia. Mengukur dengan sangat teliti bentuk seperti lengkungan bibir dan kerutan sekitar mata untuk menghasilkan suatu kesimpulan. Hasilnya, program ‘pengenal emosi’ itu memberikan kesimpulan bahwa wanita dalam lukisan Da Vinci tengah berada dalam beberapa kondisi emosional, 83 persen dikatakan gembira, sembilan persen muak, enam persen takut dan dua persen marah.

Pada tahun 2003 ilmuwan dari Harvard University mengatakan bahwa cara mata-nya memandang membuatkan senyuman Mona Lisa hanya tampak unik ketika seseorang memandang bagian lain dari lukisan tersebut. Baru-baru ini pula, sekumpulan penyelidik Kanada mencoba membongkar misteri dengan mengasumsikan bahwa senyuman Mona Lisa sebagai tanda kegembiraan wanita yang baru saja melahirkan anak keduanya.

Asumsi tersebut berdasarkan penemuan beberapa pengkaji yang mengamati bagian lukisan menggunakan cahaya inframerah dan teknik tiga dimensi. Dengan teknik-teknik itu, mereka dapat melihat goresan cat lapisan demi lapisan yang dihasilkan Da Vinci, selain menjumpai bagian yang tidak dapat dilihat mata kasar.

“Dari pengamatan yang sangat mendalam terhadap lukisan, jelas terlihat bahwa baju yang dikenakan oleh obyek lukisan dilapisi kain kasa lutsinar,” ujar Bruno Mottin dari Pusat Penelitian dan Restorasi Museum Perancis. Kain jenis ini banyak dipakai wanita di Italia yang sedang mengandung atau baru saja melahirkan pada abad ke-16.

Selain senyumannya yang unik, satu lagi keistimewaan gaya lukisan Da Vinci. Bola mata Mona Lisa seakan-akan sentiasa memandang ke arah pengunjung dari setiap arah dan sudut manapun mereka memerhatikan lukisan.

Akan tetapi, misteri yang dikatakan paling utama dari lukisan tersebut adalah siapakah wanita yang dijadikan model oleh Da Vinci tersebut?

Sebuah teori mengatakan sang wanita gembira kerana baru saja melahirkan anak kedua-nya. kemudian dikaitkan bahwa model Mona Lisa sebenarnya ialah Lisa Ghererdini, isteri seorang pedagang bernama Francesco de Giocondo. Nama Mona Lisa yang digunakan juga memiliki arti Madam Lisa. Selain itu, ada beberapa wanita yang dikaitkan sebagai Mona Lisa selain Lisa Ghererdini. Wanita-wanita yang turut dikaitkan sebagai model Mona Lisa ialah Isabella of Aragon, Caterina Sforza dan Constanza d’Avalos.

Seorang penulis, Serge Bramly, mengemukakan teori bahawa model lukisan Mona Lisa adalah ibu Leonardo Da Vinci itu sendiri bernama Caterina. Terdapat juga pengkaji seni yang mengatakan bahwa wajah Mona Lisa yang dilukis Leonardo tanpa merujuk kepada siapapun, sebaliknya berdasarkan kreativitas pelukis itu sendiri. Bagaimanapun juga, teori yang paling mengejutkan dikemukakan oleh Dr. Lillian Schwartz dari Bell Labs yang menyatakan bahwa Mona Lisa sebenarnya adalah wajah Leonardo Da Vinci itu sendiri dalam versi wanita.

Terungkapnya Misteri monalisa

Sejumlah ilmuwan Jerman yakin telah berhasil memecahkan misteri di balik lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci. Lisa Gherardini, istri saudagar kaya Florentine, Francesco del Giocondo, selama ini diyakini sebagai perempuan yang paling mungkin menjadi model lukisan potret abad 16 itu. Namun para ahli sejarah menduga-duga, perempuan tersenyum itu bisa jadi kekasih, ibu atau da Vinci sendiri.

Sekarang, para ahli di Perpustakaan Universitas Heidelberg mengatakan catatan yang ditulis di pinggiran buku oleh pemiliknya, Oktober 1503, membuktikan bahwa Lisa del Giocondo adalah benar-benar model lukisan paling terkenal di dunia itu. “Semua keraguan tentang identitas Mona Lisa tersingkir dengan penemuan Dr Armin Schlechter, a manuscript expert,” demikian pernyaatan Perpustakaan Universitas Heidelberg, Senin (14/1).
Sejauh ini hanya sedikit bukti yang tersedia dari dokumen-dokumen abad 16. Akibatnya ruang interpretasi terbuka luas dan banyak identitas yang dilekatkan pada Mona Lisa. Catatan di buku itu dibuat oleh pejabat kota Florentina, Agostino Vespucci, teman dekat da Vinci dalam sebuah koleksi surat oleh orator Rowami, Cicero. Catatan itu membandingkan da Vinci dengan seniman Yunandi Apelles dan menyebutkan bahwa da Vinci saat itu membuat tiga lukisa, salah satunya potret Lisa de Giocondo.

Para pakar seni yang telah menentukan tahun pelukisan Mona Lisa, mengatakan penemuan Heidelberg itu merupakan terobosan penting dan penyebutan awal yang menghubungkan dengan potret istri saudagar itu.
“Tidak perlu ada lagi alasan untuk menyebut ini perempuan lain,” kata Frank Zoellner, sejarawan seni dari Universitas Leipzig kepada sebuah radio di Jerman. Nama Lisa Gherardini sebenarnya sudah dihubungkan dengan lukisan itu sejak 1550 oleh Giorgio Vasari, seorang pejabat Italia, namun pernyataan diragukan karena dibuat lima dekade setelah lukisan itu dibuat.
Catatan di Heidelberg itu sebenarnya sudah dua tahun lalu ditemukan oleh Schlecter. Meski sudah tercantum dalam katalog, namun temuan itu tidak dipublikasikan secara luas sampai seorang penyiar radio Jerman membuat rekaman di perpustakaan itu. Lukisan yang kini dipajang di Museum Louvre Paris itu juga dikenal dengan sebutan La Gioconda, yang dalam bahasa Italia berarti perempuan yang gembira. Namun bisa juga merujuk pada nama hasil perkimpoian perempuan itu.

Penelitian Ilmiah

Senyum Mona Lisa yang menyimpan misteri selama ini tetap menjadi misteri. Namun ilmuwan Prancis menyatakan berhasil membongkar beberapa rahasia lukisan Mona Lisa setelah melakukan penelitian terhadap tujuh lukisan Leonardo da Vinci yang merupakan koleksi Museum Louvre di Paris, termasuk lukisan Mona Lisa itu sendiri.

Tujuan penelitian tersebut adalah untuk menganalisis digunakannya secara berturut-turut lapisan super tipis oleh Leonardo dalam lukisan-lukisannya. Diyakini, Leonardo menggunakannya untuk menghadirkan efek kualitas gambar yang kabur atau samar-samar.

Para ahli dari Center for Research and Restoration of the Museums of France membuktikan bahwa Leonardo memberikan hingga sedikitnya 30 lapisan cat di karya-karyanya untuk menghadirkan nuansa tertentu. “Lapisan yang digunakan adalah lapisan setebal kurang dari 40 micrometer, atau kurang dari setengah ketebalan satu helai rambut manusia,” ungkap Philippe Walter, salah satu peneliti. Melalui teknik yang dikenal sebagai sfumato tersebut, Leonardo diyakini mampu menghadirkan kualitas kabur yang disertai ilusi kedalaman dan bayangan. Penelitian inilah yang sebelumnya masih jarang dilakukan karena peneliti kesulitan mendapatkan sample dari lukisan tersebut.

Untuk menganalisisnya, ilmuwan asal Prancis menggunakan teknologi X-ray fluorensensi spektroskopi yang tidak merusak lukisan tersebut. Gunanaya adalah untuk mempelajari lapisan-lapisan cat dan komposisi kimianya. Alat untuk melakukan spektroskopi tersebut dibawa ke Museum Louvre dan langsung dihadapkan pada lukisan-lukisan Leonardo. “Dengan alat tersebut kita dapat dengan presisi menentukan campuran pigmen yang digunakan sang pelukis untuk tiap lapisan catnya. Hal itu sangat penting untuk menganalisis teknik melukisnya,” papar Walter.

Para ilmuwan juga membuktikan bahwa Leonardo tidak hanya puas dengan satu teknik melukis. Leonardo terbukti terus mencoba metode baru. “Kadangkala ia menggunakan teknik glasir, tapi tidak seterusnya. Di lukisan Mona Lisa, ia menggunakan oksida mangan untuk menciptakan bayang-bayangnya. Kadang kala ia juga menggunakan tembaga,” tambah Walter. Selama ini diyakini bahwa Mona Lisa adalah gambaran Lisa Gherardini, istri pedagang Florence Francesco del Giocondo. Leonardo melukisnya di tahun 1503.

Mirip Da Vinci

Sekelompok ilmuwan Italia percaya bahwa kunci untuk memecahkan teka-teki itu ada. Dan mereka meminta izin dari otoritas Prancis untuk menggali kuburan dan melakukan tes karbon dan tes DNA. Jika tengkorak utuh, para ilmuwan bisa masuk ke jantung pertanyaan yang mengusik sarjana dan masyarakat selama berabad-abad yaitu identitas Mona Lisa.

Selain itu menciptakan secara virtual dan merekonstruksi wajah Leonardo, dan membandingkan dengan wajah yang tersenyum di lukisan. “Kami tidak tahu apa yang kita temukan jika makam dibuka, kita bahkan bisa saja menemukan biji-bijian dan debu,” kata Giorgio Gruppioni, seorang antropolog yang berpartisipasi di proyek itu. “Tapi jika tetap dijaga dengan baik, mereka adalah arsip biologis peristiwa dalam kehidupan seseorang, dan kadang-kadang dalam kematian mereka.”

Pemimpin kelompok, Silvano Vinceti, mengatakan akan menekankan rencananya itu pada pejabat Prancis yang berwenang di situs pemakaman di Puri Amboise. Di Prancis, penggalian membutuhkan prosedur hukum yang panjang, dan sebelum-sebelumnya akan memakan waktu lebih lama lagi, jika melibatkan orang besar seperti Leonardo.

Jean-Louis Sureau, direktur puri abad pertengahan yang terletak di Lembah Loire Prancis mengatakan, setelah permintaan formal dibuat maka sebuah komisi ahli dibentuk. Setiap permintaan kemudian akan didiskusikan dengan Departemen Kebudayaan Perancis, kata Sureau. Leonardo pindah ke Prancis atas undangan Raja Francis I dan mendapat gelar “pelukis pertama raja.” Ia menghabiskan tiga tahun terakhir hidupnya di sana, dan meninggal di Cloux, pada tahun 1519 dengan usia 67 tahun.

Tempat pemakaman aslinya adalah di gereja istana Saint Florentine yang hancur saat Revolusi Perancis dan diyakini akhirnya dipindah di Kapel Saint-Hubert dekat benteng. Batu nisan hanya tertulis “Leonardo da Vinci”. “Makam Amboise itu makam simbolis dan menimbulkan tanda tanya besar,” kata Alessandro Vezzosi, direktur sebuah museum yang didedikasikan untuk Leonardo di kota kelahirannya Tuscan Vinci.

Vezzosi yang tidak terlibat dalam proyek, mengatakan bahwa menyelidiki makam bisa membantu mengidentifikasi tulang pelukis itu dengan pasti dan memecahkan pertanyaan-pertanyaan lainnya, seperti penyebab kematiannya. Dia bilang dia diminta untuk membuka makam pada tahun 2004 untuk mempelajari tetapi Puri Amboise menolaknya

Fakta Tentang Monalisa

  • Lukisan itu menjadi populer setelah dicuri dari Muzium Louvre pada 21 Agustus 1911. Seorang pekerja musium bernama Vincenzo Peruggia akhirnya terbukti bersalah atas kasus tersebut. Lukisan itu ditemukan dan dikembalikan kembali ke Museum Louvre dua tahun kemudian.
  • Popularitas lukisan Mona Lisa dijadikan sebagai inspirasi karya lagu lebih dari 10 kali, juga diangkat sebagai tema film dan berbagai seni sastra lainnya.
  • Nama ‘Mona Lisa’ diberikan kepada lukisan tersebut 31 tahun setelah kematian Da Vinci. Selain Mona Lisa, judul lainnya adalah ‘La Gioconda’.
  • Terdapat beberapa perbedaan pendapat yag mengatakan bahawa Mona Lisa membiarkan rambutnya terurai hingga ke bahu seperti terlihat dalam lukisan. Namun hal itu disanggah dengan kenyataan bahwa seakan-akan rambut itu sebenarnya adalah kain pelindung kepala dan hanya beberapa helai rambut yang terlihat. Sebab perbuatan membiarkan rambut bebas terurai di zaman Renaissance adalah ciri wanita muda yang tidak memiliki sopan santun.

Gambar Monalisa dan Saudaranya





Wage Rudolf Soepratman


Ayahnya bernama Senen, sersan di Batalyon VIII. Saudara Soepratman berjumlah enam, laki satu, lainnya perempuan. Salah satunya bernama Roekijem. Pada tahun 1914, Soepratman ikut Roekijem ke Makassar. Di sana ia disekolahkan dan dibiayai oleh suami Roekijem yang bernama Willem van Eldik.

Soepratman lalu belajar bahasa Belanda di sekolah malam selama tiga tahun, kemudian melanjutkannya ke Normaalschool di Makassar sampai selesai. Ketika berumur 20 tahun, lalu dijadikan guru di Sekolah Angka 2. Dua tahun selanjutnya ia mendapat ijazah Klein Ambtenaar.

Beberapa waktu lamanya ia bekerja pada sebuah perusahaan dagang. Dari Makassar, ia pindah ke Bandung dan bekerja sebagai wartawan di harian Kaoem Moeda dan Kaoem Kita. Pekerjaan itu tetap dilakukannya sewaktu sudah tinggal di Jakarta. Dalam pada itu ia mulai tertarik kepada pergerakan nasional dan banyak bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan. Rasa tidak senang terhadap penjajahan Belanda mulai tumbuh dan akhirnya dituangkan dalam buku Perawan Desa. Buku itu disita dan dilarang beredar oleh pemerintah Belanda.

Soepratman dipindahkan ke kota Sengkang. Di situ tidak lama lalu minta berhenti dan pulang ke Makassar lagi. Roekijem sendiri sangat gemar akan sandiwara dan musik. Banyak karangannya yang dipertunjukkan di mes militer. Selain itu Roekijem juga senang bermain biola, kegemarannya ini yang membuat Soepratman juga senang main musik dan membaca-baca buku musik.

W.R. Soepratman tidak beristri serta tidak pernah mengangkat anak.

SASANDO


Alkisah, ada seorang pemuda bernama Sangguana di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Suatu hari ia menggembala di padang sabana. Ketika merasa lelah dan ngantuk, ia pun jatuh tertidur di bawah sebuah pohon lontar. Dalam tidur, ia bermimpi memainkan sebuah alat musik misterius. Ketika terbangun ia masih mengingat nada-nada yang dimainkannya. Saat kembali tidur, anehnya ia kembali memimpikan hal yang sama. Akhirnya, berdasarkan mimpinya itu Sangguana memutuskan membuat sebuah alat musik dari daun lontar dengan senar-senar di tengahnya.

Alat musik yang mirip harpa itu sekarang dikenal sebagai sasando. Secara harfiah nama Sasando menurut asal katanya dalam bahasa Rote, sasandu, yang artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Konon sasando digunakan di kalangan masyarakat Rote sejak abad ke-7.
Bentuk sasando ada miripnya dengan instrumen petik lainnya seperti gitar, biola dan kecapi.

Bagian utama sasando berbentuk tabung panjang yang biasa terbuat dari bambu. Lalu pada bagian tengah, melingkar dari atas ke bawah diberi ganjalan-ganjalan
di mana senar-senar (dawai-dawai) yang direntangkan di tabung, dari atas kebawah bertumpu. Ganjalan-ganjalan ini memberikan nada yang berbeda-beda kepada setiap petikan senar. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari semacam anyaman daun lontar yang dibuat seperti kipas. Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando..
Bo Lelebo/Tanah Timor Lelebo/Bae Sonde Bae/Tanah Timor Lebe Bae... senandung itulah yang dinyanyikan Jeremias Ougust Pah (70), seniman senior Indonesia (maestro) sasando, alat musik tradisional khas Nusa Tenggara Timur (NTT) ketika SH mengunjungi rumahnya di Jalan Timor Raya Kilometer 22 Desa Oebelo, Kabupaten Kupang Tengah, Kamis (31/7) siang.

Pemerintah melalui Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik pada 28 Desember 2007 lalu, memberikan penghargaan sebagai seniman senior Indonesia (maestro) yang melestarikan dan mengembangkan seni tradisional musik sasando kepada Jeremias Ougust Pah.

Penghargaan dari pemerintah itu dibingkai dan terpampang jelas di teras depan rumah Jeremias. Teras depan rumahnya yang terbuat dari batang nipah dan bambu serta berlantai semen itulah sebuah ruang pamer sasando. Tiilangga (topi dari daun lontar), gong, gendang kecil dari tempurung, serta tenun ikat khas Rote Ndao tersaji di sana, menyambut setiap pengunjung yang datang.

“Saya ingin musik sasando itu tetap lestari di kalangan generasi muda di Tanah Timor,” demikian impian Jeremias yang langsung mengenakan pakaian adat serta tak ketinggalan tiilangga. Tak lama kemudian Jeremias mengajak SH memperlihatkan cara membuat alat musik sasando.

Di samping rumah Jeremias terdapat sebuah ruangan kecil berukuran tidak lebih dari 6 x 10 meter persegi yang dijadikan tempat pembuatan sasando dan cendera mata sasando yang bisa dipesan konsumen.
“Di ruangan kecil ini saya dan istri saya, Dorce Pah Ndoen, mencoba melestarikan musik sasando sekaligus mengembangkan kerajinan tenun ikat khas Rote Ndao. Saya berharap apa yang saya lakukan bersama istri saya ini mampu melestarikan alat musik ini sampai selamanya,” tuturnya.

Saat ditanya mengapa dia membuat pernyataan demikian, pria kelahiran Rote, 22 Oktober itu dengan wajah agak berkerut mengaku kini banyak generasi muda Timor yang mulai bosan mendengarkan suara lengkingan sasando. Di samping itu lagu-lagu yang dimainkan dengan alat musik tradisional ini hanya sebatas lagu-lagu daerah khas NTT. “Generasi muda Timor lebih suka lagu yang keras-keras dan dari luar negeri,” katanya.

Belakangan, padahal banyak orang asing sengaja datang ke rumahnya hanya untuk belajar memainkan alat musik sasando itu. “Saya pernah mengajari 15 turis dari Australia yang ingin belajar memainkan sasando. Bahkan, ada orang Jepang namanya Masamu Takashi yang secara khusus datang ke rumah saya hanya untuk belajar sasando,” katanya bersemangat.

Meski demikian, persoalan itu tidak membuat Jeremias berkecil hati. Dengan sisa-sisa kemampuannya karena termakan usia, dia tiada henti terus memperkenalkan musik sasando bagi generasi muda di Tanah Timor. Untuk mengatasi soal jarak lengkingan sasando yang sebelumnya hanya mampu terdengar 10 meter, Jeremias dengan anak kelimanya, Djitron, pada tahun 1996 membuat sasando elektrik.

Bagian pangkal sasando disambungkan kabel listrik ke sound system atau pengeras suara. Yang terjadi kemudian, nada-nada yang dikeluarkan sasando pun dapat diperdengarkan sampai jarak lebih jauh dari sekadar 10 meter.


Dihargai Orang Jepang
Jeremias pun memperkenalkan alat musik sasando hingga ke Yokohama, Jepang, beberapa tahun lalu. Didampingi istrinya, Dorce Pah Ndoen, Jeremias dengan sepuluh jari tangan memperlihatkan kelincahannya memetik senar sasando yang bertuliskan: “Semua yang bernapas memuji Tuhan.”

Sambutan masyarakat Yokohama pun membuat dirinya menitikkan air mata. Itulah pengalaman yang paling berkesan bagi Jeremias. “Kalau orang asing saja menghargai alat musik tradisional ini, seharusnya orang muda di Tanah Timor lebih mencintainya,” ungkapnya dengan berkaca-kaca.

Jeremias mempelajari sasando sejak usia lima tahun. Ia belajar memainkan sasando dari sang ayah, Ougust. Ketika itu, Ougust Pah ditunjuk Raja Rote untuk memainkan alat musik apa saja untuk menghibur tamu di kerajaan. Setelah sang ayah meninggal pada 1972, Jeremias menggantikan peran ayahnya sebagai penerus dan pengembang sasando.

Pada tahun 1985, ia memutuskan pindah ke Kupang dan menetap di Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Di tempat ini, ia mulai mengembangkan dan memperkenalkan sasando kepada kalangan luas.

Agar sasando tak punah ditelan masa, Jeremias mengajari anak kelimanya, Djitron Pah. “Saya berharap anak saya itu bisa melanjutkan impian saya agar musik sasando tetap lestari sepanjang massa,” tambahnya.
Ketika SH pamit untuk meneruskan perjalanan, Jeremias mengambil sasandonya dan kembali melantunkan lagu khas Rote dengan lirik berbeda. Begini liriknya:… Bo Lelebo/Tanah Timor Lelebo/Meski miskin, lapar, dan kering/NTT tetap Lebe Bae

DAENG SOETIGNA


Lahir di Garut, Jawa Barat, 13 Mei 1908. Sejak kecil mengemari Angklung. Setelah lulus dari Kweekschool (1928), Daeng mengajar di Schakel School Cianjur, Jawa Barat (1928-1932), lalu pindah mengajar di HIS Kuningan, Jawa Barat (1932-1942). Pada saat mengajar di Kuningan inilah ia mempelajari seluk beluk angklung secara lebih mendalam.

Encle, nama panggilannya, dikenal sebagai penemu musik angklung diatonis. Awal mulanya ketika dua orang pengemis datang kerumahnya di Kuningan, Jawa Barat, tahun 1938 dan memainkan angklung pentatonis. Bunyi angklung tersebut membuat hatinya tergetar dan membeli angklung pentatonis tersebut. Ketika angklung pentatonis itu ada di tangannya, pikiranya mulai bekerja dan ingin membuat angklung diatonis. Namun, secara teknis, ia tidak bisa membuat angklung. Untuk mengatasi persoalannya, ia belajar kepada pakar angklung bernama Djaya.

Setelah bisa membuat angklung, ia berupaya membuat angklung yang bertangga nada diatonis. Bekalnya membuat angklung diatonis berawal dari kepiawaiannya menguasai beberapa alat musik yang berasal dari Barat, seperti gitar dan juga piano.

Ia menganggap angklung diatonis lebih komunikatif untuk diajarkan kepada anak-anak. Kalau angklung tradisional merupakan angklung renteng yang dimainkan oleh seorang saja, maka angklung yang dibuat olehnya dimainkan secara bersama, setiap orang memegang angklung yang membunyikan hanya satu nada saja, harmoni tercapai dengan kerjasama yang rapih

Pada awalnya, permainan angkung ciptaannya hanya dikenal di kalangan anak-anak Pramuka di Kuningan. Selanjutnya, setelah angklung diatonis dikenal di kalangan Pramuka sebagai alat musik yang menyenangkan, akhirnya permainan musik angklung diatonis bisa diterima dan diajarkan di sekolah.

Mendapatkan kesempatan memainkan angklung ciptaannya dalam forum Perundingan Linggarjati pada 12 November 1946, yang saat itu dihadari banyak tokoh asing, baik dari Belanda maupun pihak-pihak lainnya. kembali diminta Presiden Soekarno untuk memainkan pertunjukan angklung tersebut di Istana Negara, Jakarta, dalam acara perpisahan dengan Laksamana Lord Louis Mounbatten, Panglima Tentara Sekutu untuk Asia Tenggara, yang juga hadir dalam acara Perundingan Linggar Jati.

Pada tahun 1955 dalam kesempatan acara Konferensi Asia Afrika di Gedung Merdeka, Bandung. Ia juga diminta membuat konser angklung yang dikreasinya itu. Sejak itu, angklung diatonisnya sering di pertunjukan dalam acara-acara resmi, seperti dalam World Fair di New York, Amerika Serikat (1964), dimana ia memimpin pertunjukan kesenian termasuk angklung di paviliun Indonesia selama 8 bulan. Dilanjutkan dengan mengadakan pertunjukan di Belanda dan Perancis. Tahun 1967, ia mengadakan pertunjukan muhibah berkeliling di berbagai kota di Malaysia.

Atas jasa-jasanya mengembangkan musik angklung, Daeng Soetigna, yang pernah mendapat tugas belajar Colombo Plan ke Australia (1955-1956) ini, mendapat piagam penghargaan dari Gubernur Jawa Barat (1966), piagam penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta (1968) Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden Soeharto (1968), Anugerah Bintang Budaya Parama Dharma (2007) dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan diusulkan mendapat gelar pahlawan nasional dari Jawa Barat dalam bidang seni dan budaya

Daeng Soetigna wafat di Bandung, Jawa Barat, 8 April 1984. Untuk melakukan penghormatan terhadap jasa-jasanya, para seniman di Jawa Barat, merealisasikan sebuah acara yang mengambil tema Daeng Soetigna: A-trail Top Inovation In World Music History, pada 20 Desember 2008 lalu. Acara ini diisi oleh berbagai jenis kegiatan seminar yang dipandu oleh musisi Dwiki Dharmawan di Saung Angklung Udjo, Jl Padasuka Bandung.

Minggu, 25 Juli 2010

TRAVIS BARKER


(lahir 14 November 1975) adalah musisi , produser , dan drummer band Blink-182 , serta The Transplantasi . Dia adalah seorang kolaborator sering dengan DJ AM sebelum kematiannya, dan bersama-sama mereka membentuk TRV $ Djam .

Setelah perpecahan dari band pertamanya, lemah, Barker mulai bermain untuk The Aquabats pada tahun 1996 sebagai The Baron Von Tito. Ia merekam satu album dengan mereka, The Fury dari Aquabats! , pada tahun 1997. Karirnya melepas ketika ia bergabung dengan band pop punk, Blink-182 tahun 1998. Barker became known for his mohawk and his tendency to perform shirtless, revealing a multitude of tattoos. Barker menjadi terkenal karena ia Mohawk dan kecenderungannya untuk melakukan bertelanjang dada, mengungkapkan banyak tato. Barker has since established himself as a versatile drummer, producing and making guest appearances in music projects of numerous music genres including hip-hop , alternative rock , pop and country . Barker telah sejak membuktikan dirinya sebagai drummer serbaguna, produksi dan membuat penampilan tamu di proyek musik berbagai genre musik termasuk hip-hop , rock alternatif , pop dan negara . He has gained significant acceptance within the hip-hop community in particular and often collaborates with artists to compose rock-tinged remixes to their songs. Dia telah memperoleh penerimaan yang signifikan dalam komunitas hip-hop pada khususnya dan sering bekerja sama dengan seniman untuk menenangkan-biruan remix rock untuk lagu-lagu mereka.

Ia mendirikan perusahaan pakaian Famous Stars dan Straps pada tahun 1999 dan LaSalle Records pada tahun 2004. Perusahaan seperti DC Sepatu dan Zildjian cymbal telah dirancang bersama-produk dalam nama-Nya.

Pada tahun 1998, Barker mulai tur bersama The Aquabats , dan di bawah nama panggung "Baron Von Tito". Blink-182 juga pada tagihan, dan ketika kemudian-drummer Scott Raynor telah dihapus dari band, Barker diminta untuk mengisi masuk ini dia harus belajar seluruh himpunan (lebih dari 20 lagu) dalam waktu kurang dari dua jam dan lakukan mereka pada acara malam itu, selain bermain menetapkan dengan The Aquabats.Usahanya membuatnya mendapatkan tawaran untuk bergabung Blink-182, yang diterima Barker.Pada tahun 1998, Barker mulai tur bersama The Aquabats , dan di bawah nama panggung "Baron Von Tito". Blink-182 juga pada tagihan, dan ketika kemudian-drummer Scott Raynor telah dihapus dari band, Barker diminta untuk mengisi masuk ini dia harus belajar seluruh himpunan (lebih dari 20 lagu) dalam waktu kurang dari dua jam dan lakukan mereka pada acara malam itu, selain bermain menetapkan dengan The Aquabats. Usahanya membuatnya mendapatkan tawaran untuk bergabung Blink-182, yang diterima Barker.

Barker memiliki beberapa tato yang melambangkan cinta untuk mobil dan Cadillac khususnya - dua bendera balap di sisi lehernya dengan nomor 66 yang melambangkan tahun Cadillac favoritnya dan lambang Cadillac. Also, the front of his neck has a portrait of Marilyn Monroe . Juga, bagian depan lehernya memiliki potret Marilyn Monroe .

Much of his body art is devoted to his love of music such as the phrase " Can I Say " (the title of an album by Dag Nasty released when he was growing up). Barker also has the word "HOPE" on his back because of the Descendents' song and something positive after his mother's death. Banyak seni tubuhnya dikhususkan untuk mencintai musiknya seperti ungkapan " Dapatkah saya Katakanlah "(judul album oleh Dag Nasty dilepaskan ketika ia tumbuh dewasa). [13] Barker juga memiliki kata "HOPE" pada kembali karena keturunan ' lagu dan sesuatu yang positif setelah ibu kematiannya. He has another tribute to the Descendents on his leg – the cover art to the album, I Don't Want to Grow Up , drumsticks and musical notes on his right arm. Dia telah lain penghargaan kepada para keturunan di kakinya - seni penutup ke album, Aku Tak Ingin Grow Up , stik drum dan catatan musik pada lengan kanan.

Barker juga membuat beberapa upeti kepada keluarganya dengan frase "familia" di lengannya, Jepang bunga di bagian belakang lehernya dengan hati yang mengatakan "Mom", dan lain hati dengan "Shanna" pada banner.Dia juga memiliki nama istri pertamanya, "Melissa," tepat di atas bendera balap di sisi lehernya. Barker has his son's name Landon on his left wrist. Barker memiliki nama anaknya Landon di pergelangan tangan kirinya.

Dia menganggap lengan kanannya lengan keberuntungan dan begitu memiliki banyak keberuntungan lambang tato pada lengan dadu seperti tumpukan kartu,, tanda dolar, nomor tujuh keberuntungannya, sebuah tengkorak dengan nomor 13 di socket mata (13 sebuah angka keberuntungan dalam budaya tato), dan kelinci kaki, di samping segelas martini, inisial namanya, iblis dari Black Label Skateboards , dan sarang laba-laba sekitar siku.

Barker memiliki tato-kutipan oleh Henry Brooks Adams menyatakan "Chaos Sering Breeds Life, Ketika Orde Breeds Kebiasaan"; kutipan adalah tato di leher Barker, dan juga dapat ditemukan pada tulang belakang kasus Box Car Racer CD.

Dalam penjelasan jumlah yang besar tato Barker mengatakan, "Aku bertato tubuhku sehingga aku tidak bisa jatuh kembali pada apapun yang saya sengaja melakukan itu jadi saya tidak bisa mendapatkan pekerjaan normal dan hidup normal.. Aku begitu Aku harus memutar musik. Dia mengklaim telah menghabiskan lebih dari $ 30.000 pada seni tubuhnya.


INDIE MUSIC


Apakah definisi dari musik indie menurut loe?

Sebenarnya menurut gw, musik indie sebagai aliran atau genre musik itu “not even exist” ( tidak ada-red), karena yang disebut musik indie itu adalah untuk membedakan antara yang mainstream dengan indie.

Jadi musik indie adalah istilah untuk membedakan antara musik yang dimainkan oleh musisi profesional dengan musisi amatir.
Tapi yang pasti indie adalah gerakan bermusik yang berbasis dari apa yang kita punya, do it yourself, etika yang kita punya mulai dari merekam, mendistribusikan dan promosi dengan uang sendiri. Walaupun nantinya akan ada perbedaan lagi antara indie dengan D.I Y itu sendiri.

Bagaimana pengkriterian antara indie dengan mainstream?

Umumnya yang dimaksud dengan mainstream adalah arus utama, tempat di mana band-band yang bernaung di bawah label besar, sebuah industri yang mapan. Band-band tersebut dipasarkan secara meluas yang coverage promosinya juga secara luas, nasional maupun internasional, dan mereka mendominasi promosi di seluruh media massa, mulai dari media cetak, media elektronik hingga multimedia dan mereka terekspos dengan baik.

Jadi jika berbicara kriteria dari mainstream dengan indie, itu lebih kepada industrinya, perbedaannya lebih kepada nilai investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan rekaman. Kalau masalah talent atau talenta, tidak ada yang memungkiri kalau band-band indie terkadang lebih bagus daripada band-band mainstream. Jadi di sini hanya masalah uang, karena industri musik berbasis kepada profit, jadi label menanamkan modal yang besar untuk mencari keuntungan yang lebih besar, ya, itu tadi pada nilai investasinya.

Bagaimana musik indie bisa tumbuh di Indonesia?

Musik indie tumbuh secara natural di Indonesia dan tidak ada yang memungkiri kalau musik rock n’ roll di Amerika sendiri pun tumbuh secara natural walaupun pada awalnya ditentang oleh orang tua dan pemuka agama. Kalau di Indonesia sendiri adalah imbas karena kita mengidolakan band luar. Maka jika kita telusuri, hampir semua band Indonesia adalah epigon dari band-band luar. Mereka mengawali karir mereka dengan membawakan lagu-lagu dari band luar mulai dari Koes Plus, God Bless sampai band-band awal 90an masih sering membawakan lagu orang.

Jadi mengapa mereka ada di situ? Pertama mereka mengidolakan band-band tersebut, kemudian mereka juga menjadi terinspirasi untuk menjadi rockstar. Menjadi rockstar itu menjadi impian hampir semua anak muda dikarenakan oleh apa yang terekspos di media, menjadi rockstar itu nikmat dan menyenangkan. Itu awal benihnya. Tapi mereka juga sadar bahwa ada keterbatasan menembus industri musik di mana ketika sebagai musisi rock yang cenderung ekstrim, mereka akan memainkan musik rock yang mereka sukai.

Jadi otomatis mereka tidak memandang musik rock yang mereka mainkan sebagai sesuatu yang layak dijual karena yang penting menurut mereka adalah idealisme dulu. Setelah itu, diterima oleh industri adalah urusan belakangan.

Sekitar tahun berapa musik indie di Indonesia mulai ada?

Berdasarkan sepengetahuan gw, sebenarnya musik indie atau dulunya disebut dengan underground itu sudah ada sekitar tahun 1970an. Kalau Koes Plus mengawali karirnya dengan langsung dikontrak oleh Remaco, di Indonesia dimulai dengan band-band seperti God Bless, AKA, Giant Step, Super Kid dari Bandung, Terncem dari Solo dan Bentoel dari Malang. Pada saat itu mereka sudah mendeklarasikan bahwa band mereka underground dan informasi ini saya baca di majalah Aktuil terbitan tahun 1971.
Di dalam majalah itu ditulis bahwa ada Underground Music Festival di Surabaya. Ada sebuah kompetisi antar band yang diwakili oleh God Bless dari Jakarta, Giant Step dari Bandung, Bentoel dari Malang dan Tencrem dari Solo. Mereka berkompetisi dan menurut gw, inilah cikal bakal dari scene underground atau indie. Dari situ juga mengapa band-band indie banyak berkembang dari kota-kota tersebut, band yang kemudian mewarisi apa yang dilakukan para pendahulu tersebut.

Menurut gw penelitian banyak yang mengatakan bahwa tahun 1993 merupakan tahun musik indie itu lahir atau established, saat PAS Band merilis album, menurut loe ?

Yang mempopulerkan memang PAS Band, tapi menurut gw yang melahirkan adalah band-band jaman dulu. Namun dari setiap generasi selalu terjadi revisi, kesalahan-kesalahan dari pendahulu mereka perbaiki. Kesalahan dari pendahulu adalah tidak pernah merilis album, selalu membawakan lagu orang lain, selalu senang populer dengan lagu orang dan minimnya dokumentasi tentang musik-musik mereka.

Maka jika dibilang PAS band established itu benar tapi bukan mereka yang melahirkan musik indie. Bahkan album indie pertama bukan album PAS Band yang For Through The SAP itu, melainkan album dari Guruh Gipsy, mereka membuat album itu sekitar tahun 1976. Ini juga terungkap dari Deny Sakrie baru-baru ini dan album Guruh Gipsy itu mungkin album indie pertama.

Tapi yang pasti, PAS Band mempopulerkan gerakan indie pada tahun 1993 dengan menjual 5000 kopi albumnya dan terjual habis. Dan apa yang dilakukan PAS Band menjadi inspirasi semua band-band yang ada pada waktu itu. Kemudian barulah lahirnya Puppen, Pure Saturday, Waiting Room dan lain-lain. Jadi menurut saya, PAS Band cukup menginspirasi anak-anak muda untuk bergerak di bidang ini.

Pengaruh apa saja yang membantu perkembangan musik indie di Indonesia?

Pengaruh yang pertama, kalau loe bedakan sekarang dengan 10 tahun yang lalu, sekarang sudah jelas gerakan ini lebih besar. Yang paling jelas adalah globalisasi informasi yang didorong oleh internet.

Menjadi semakin besar sekitar akhir tahun 1990an karena internet bertebaran di mana-mana, warnet, kampus dan sekolah. Jaman dulu informasi terhadap musik-musik seperti ini sangat eksklusif. Informasi hanya bisa didapat dari majalah-majalah luar. Kita pun untuk mengorder T-Shirt masih harus dengan cara yang primitif, dengan menggunakan katalog, mengisi form dan membayar dengan kartu kredit.

Kalau jaman sekarang segalanya menjadi mudah dengan internet, semuanya “terakselerasi maksimum”. Jadi menurut gw ini semua karena peran internet, ditambah lagi dengan adanya MySpace dan Friendster (group websites-red). Perkembangan infrastruktur juga berbeda, kalau 10 tahun yang lalu indie label hanya sedikit. Pengertian indie label pun kadang masih salah kaprah disini. Karena yang dimaksud dengan indie label bukanlah rilisan album namun label rekaman yang independen. Sedangkan yang merilis sendiri adalah self-released atau D.I.Y.

Jadi 10 tahun yang lalu label-label indie itu sedikit, sekarang sudah banyak walaupun masih sedikit yang berbisnis dengan baik dan benar. Tapi infrastrukturnya sudah lebih baik. Kita juga punya rock club buat manggung dan berbagai media yang membantu perkembangannya. Bahkan perkembangannya di Indonesia jauh lebih menarik dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. Semua dikarenakan infrastruktur yang lebih baik walaupun masih banyak kekurangan.

Dengan perkembangan musik indie yang baik di Indonesia, ciri khas apakah yang membedakan musik indie di Indonesia dengan negara lain?

Yang membedakan adalah penonton jarang yang mau bayar tiket, tidak pernah beli minuman jika sedang di rockclub dan kurang mau membeli rilisan. Ini dalam konotasi negatif :)) Dalam konotasi positif adalah banyaknya band-band baru yang lahir dengan berbagai macam jenis musik baru.

Kalau 10 tahun yang lalu ketika sebuah majalah musik memperkenalkan tren thrash metal maka semuanya menjadi anak metal. Tapi sekarang tidak ada sebuah tren yang mendominasi, ketika ada tren emo tidak semua ikut menjadi anak emo tapi masih ada anak indie pop, new wave, high octane rock dan lain-lain.

Penggemar musik sekarang ini lebih segmented.
Jadi menurut gw ini adalah perkembangan yang baik. Tapi yang lebih unik lagi ketika gw kemarin berkunjung ke Jepang dan Jerman ada sesuatu yang mereka tidak punya, yaitu spirit untuk stick together. Di Indonesia semua musisi berkomunikasi, berkumpul dan bersilaturahmi dengan sehat, baik anak metal maupun new wave, indie pop dengan hardcore, mereka semua tetap mempunyai hubungan baik. Bahkan kita mempunyai event yang bernama SGM atau sintinggilamiring di mana band besar atau kecil dengan berbagai aliran dapat tampil di satu panggung. Di luar negeri kekerabatan seperti ini jarang ditemui, bahkan band dengan aliran yang sama pun belum tentu kenal.

Gw banyak membaca bahwa “distro” menjadi salah satu faktor berkembangnya musik indie di Indonesia, bagaimana menurut anda?

Benar. Distro bisa menjadi poin tambahan buat infrastuktur itu tadi. Distro pertama di sekitar Jakarta bernama Pose yang bertempat di daerah Depok sekitar tahun 95an. Itulah distro pertama yang ada di sekitar Jakarta dan akhirnya banyak menjamur di Indonesia. Distro merupakan plus point untuk musik indie, karena band-band indie akan merilis sesuatu maka mereka butuh outlet untuk menjual produk mereka, entah itu rilisan, merchandise, souvenir dan sebagainya maka distro menjadi sebuah retail yang alternatif daripada tempat-tempat yang sudah ada seperti Aquarius Mahakam atau tempat-tempat lain.

Fenomena seperti itu sudah ada di seluruh Indonesia.

Dan tidak lupa, semangat independen dari gerakan musik indie juga menyebar ke barbagai bidang, salah satunya adalah gerakan film independen. Film independen terinspirasi dari gerakan musik indie. Bahkan album jazz yang dibuat oleh Indra Lesmana terinspirasi dari semangat gerakan musik indie. Jadi etos gerakan musik indie yang dilakukan oleh teman-teman semua ini sudah berimbas ke bidang-bidang lain.

Bagaimana menurut anda posisi media terhadap musik indie dari 10 tahun yang lalu hingga sekarang?

Sepengetahuan gw sejak jaman Rotor, saat itu satu-satunya media mainstream yang mempunyai hubungan baik dengan musisi indie adalah majalah Hai. Karena dulu pun album Pure Saturday didistribusikan oleh Hai dan begitu juga dengan Kubik yang memberikan sample 2 buah lagu gratis melalui Hai. Jadi Hai merupakan salah satu media yang baik hubungannya dengan musisi indie sampai ada satu edisi sekitar tahun 1994 yang isinya hanya membahas band-band indie.

Jadi support media yang baik pada masa itu hanya dari Hai yang salah satunya menjadi akses informasi tentang musik indie. Namun kemudian majalah itu ditinggal oleh pembacanya karena hadirnya internet dan banyaknya terjadi kasus kekacauan data dan kerancuan interpretasi dalam menulis tentang gerakan musik ini. Saya duga ini karena penulisnya malas melakukan riset, verifikasi dan observasi yang lebih mendalam akibat tekanan deadline. Tapi mereka tetap mensupport hingga sekarang. Jadi menurut saya Hai itu yang pertama saat itu.

Bagaimana perkembangan musik indie saat ini?

Gila lah! Dari mulai era PAS yang direkrut Aquarius, Suckerhead dengan Aquarius, Jun Fan Gung Foo, Superman Is Dead dengan Sony, Shaggydog dengan EMI hingga The Upstairs dengan Warner Music. Jelas perkembangan musik indie akan menjadi cikal bakal musik mainstream baru. Jadi yang akan terjadi adalah musik indie akan jadi ladang pertumbuhan dan perkembangan yang mana nanti akan berbuahnya di major label. Jadi kontribusi terbesar adalah mereka membawa perubahan bagi ragam jenis musik di Indonesia.

Kemudian perkembangan yang lain adalah kalau dulu jika musisi ingin rekaman harus memakai pita satu setengah inci dengan studio yang mahal, sekarang bisa dengan teknologi digital yang murah dengan sistem home recording, musisi bisa membuat rilisan dengan mudah dan murah. Karena saya yakin nantinya semua band-band besar nasional akan lahir dari generasi band indie. Paling lama sekitar sepuluh tahun lagi.

Sebenarnya perjalanan sejarah musik kita jauh tertinggal menurut gw. Kalau di luar, Elvis Presley memulai karirnya dengan indie pada pertengahan tahun 50an sedangkan di Indonesia baru mulai sekarang. Jadi nantinya band-band indie suatu saat akan menjadi band-band besar dan perkembangannya bisa dilihat dari PAS Band dan Naif.

Perkembangan yang lain bisa dilihat dari pentas-pentas seni. Kalau loe mau melihat perkembangan selera musik anak-anak muda, loe jangan melihat pentas seni seperti Soundrenaline. Tetapi loe harus melihat ke pentas seni anak-anak SMU (pensi), semua band yang main di sana merupakan pilihan mereka sendiri, mereka melakukan mekanisme polling untuk memilih artis yang akan main di pensi mereka. Jadi menurut gw itu adalah selera yang jujur, tidak seperti event besar yang biasanya terjadi deal-deal di balik meja.

Jaman dulu, band-band indie jarang mendapat panggung yang enak. Panggung selalu kecil dan jam manggung yang siang saat matahari di atas kepala. Kalau sekarang band-band indie dapat bermain di panggung yang sama dengan artis besar dengan jam yang tidak jauh berbeda. Mereka bisa show berdekatan dengan headliner. Di Amerika semakin malam sebuah band manggung maka semakin besar nama band tersebut. Jadi menurut saya fenomena ini bagus sekali.

Malah ada kecenderungan kalau anak-anak SMU bosan dengan artis-artis besar atau mainstream dan lebih memilih band-band indie. Ini disebabkan karena anak-anak indie membawa darah segar kepada acara-acara mereka. Sepuluh tahun yang lalu tidak dapat dibayangkan kalau band-band indie dapat main di panggung seperti ini.

Perkembangan yang lain adalah penjualan album-album independen yang meningkat. Tapi untuk data lebih kongkrit gw tidak punya. Hanya saja generasi muda dari pendengar musik indie ini jauh lebih baik dari 10 tahun yang lalu. Anak-anak sekarang yang tidak terkontaminasi dengan orang-orang jaman dulu malah menawarkan sesuatu yang baru dengan mentalitas lebih baik dari para pendahulu mereka.

Mereka membeli merchandise, membeli kaset dan bahkan berkeliling mengikuti artis indie idola mereka ke mana mereka manggung. Inilah fenomena yang mungkin tidak ditemui 10 tahun yang lalu. Mereka mensupport dengan baik musik-musik indie. Inilah hal-hal yang menarik dari perkembangan musik indie di Indonesia.

Apakah menurut loe dampak-dampak yang ditimbulkan dari perkembangan musik indie di Indonesia?

Yang pertama adalah adanya band-band yang dibesarkan secara indie kini mulai menjadi besar fan basenya dan kian mapan seperti PAS Band, Naif, Superman Is Dead, Ten2Five, Maliq & D’Essentials, Mocca, Koil, White Shoes & The Couples Company, The Brandals, The Upstairs, Seringai dan sebagainya.

Kemudian yang kedua adalah selera. Perbaikan selera musik masyarakat secara keseluruhan. Walaupun menurut gw sempat diperburuk kembali dengan adanya Radja tetapi buat saya ada sebuah alternatif lebih baik daripada disesaki oleh musik-musik yang tidak berkembang dari jaman dulu sampai sekarang.

Dan sekarang tinggal menunggu adanya perusahaan rekaman yang berani investasi besar dan mengambil keuntungan dari industri ini. Karena menurut gw, jika industri musik indie berkembang maka akan berpengaruh kepada industri musik secara makro dan begitu juga sebaliknya.

Kemudian dampak yang berikutnya adalah bakal berkembangnya indie label yang disupport oleh major label. Seperti yang telah dimulai lebih dulu di akhir tahun 90an oleh Independen/Pops dengan Aquarius Musikindo. Begitu juga dengan makin seriusnya label rekaman independen dalam berbisnis dan berpromosi yang belakangan tengah gencar dilakukan oleh Aksara Records di Jakarta dan FFWD Records di Bandung.

Yang terakhir adalah lahirnya generasi pendengar musik baru yang tertarik untuk membeli dan mendengar musik-musik indie. Mereka yang memiliki mentalitas lebih baik dari anak-anak sebelumnya. Kepada merekalah industri musik ini nantinya bergantung.